KARAM starts production of face shields amidst the Covid-19 pandemic

first_img Share Currently manufacturing 10,000 face shields on a daily basisAmidst the shortage of PPE equipment during the global pandemic, KARAM has started manufacturing medical face shields to offer protection to healthcare workers treating COVID-19 patients. The company has been manufacturing around 10,000 face shields on a daily basis and is looking at ramping up the production in the days to come.This is the company’s second initiative to provide support to the healthcare workers through safety products amid the ongoing situation. Earlier this month, they had partnered with the Government of India to manufacture protective goggles for doctors and the police workforce across the country. Till date, KARAM has manufactured around 4.5 lakhs goggles that have been distributed across the stakeholders.Sandeep Arora, National Sales Head, KARAM Industries said, “We are currently facing an acute shortage of PPE equipment for healthcare workers who are risking their lives for the country. While several companies are trying to make these products, getting regulatory approvals continues to be a challenge. Being a PPE manufacturer, we use authentic materials for each of our PPE products, including goggles & face shields and ensure that the entire product range meets the global quality standard. As a purpose-driven organisation, we will continue to lend support in every way possible and help overcome this battle.”Through these initiatives, KARAM Industries that manufactures all PPE from Head to Toe like safety helmets, face shields, safety shoes, full-body harnesses, other fall protection equipment and eyewear aims to expand its healthcare PPE product portfolio looking at the current scenario. Moreover, the company is also looking at further expanding its offering and providing the entire safety kits to fight the pandemic.KARAM is ensuring the well-being of its employees at the manufacturing units by stringently following social distancing. Every employee is maintaining proximity of 1-2 metres from their fellow employee. Additionally, every worker is wearing safety equipment while working at all times and every corner of the unit and premise is sanitised on a daily basis. Read Article MaxiVision Eye Hospitals launches “Mucormycosis Early Detection Centre” Indraprastha Apollo Hospitals releases first “Comprehensive Textbook of COVID-19” Menopause to become the next game-changer in global femtech solutions industry by 2025 #Covid19KARAM IndustriesPersonal Protective Equipment (PPE)PPE kitsprotective goggles for doctors WHO tri-regional policy dialogue seeks solutions to challenges facing international mobility of health professionals Heartfulness group of organisations launches ‘Healthcare by Heartfulness’ COVID care app News KARAM starts production of face shields amidst the Covid-19 pandemic The missing informal workers in India’s vaccine story Related Posts Phoenix Business Consulting invests in telehealth platform Healpha By EH News Bureau on May 1, 2020 Comments (0) Add Commentlast_img read more

Fire leaves several people homeless

first_imgSix shacks were destroyed by fire in Lydia Mzamane Road, Tambo Village in Manenberg last night.Five firefighting appliances, a rescue vehicle and a total of 21 staff members were dispatched to the scene just after 9:30pm.The fire was contained and subsequently extinguished at 10:58pm.A total of 18 people have been affected. The informal settlement department will provide starter kits for the residents to rebuild. No injuries were reported. The cause of the fire remains unknown.last_img

SPIONAM, E-Tilang dan E-Ticketing, Aplikasi Baru dari Kementerian Perhubungan

first_img“Operator angkutan tidak harus hadir di kantor pelayanan Kementerian Perhubungan, namun cukup membuka aplikasi secara online melalui website: http://spionam.dephub.go.id,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari dephub.go.id (4/3/2018). Hadirnya aplikasi ini, bukan hanya memberikan kemudahan bagi operator, melainkan juga bisa memberikan pertumbuhan ekonomi. Budi mengatakan, peningkatan pelayanan ini, adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di Indonesia menjadi lebih baik.Adapun sistem pelayanan aplikasi SPIONAM sendiri meliputi perizinan stadar pelayanan minimal angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Kemudian izin pengoperasian kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.Izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek, tidak dalam trayek serta penyelenggaraan angkutan barang khusus. Tak hanya itu, pada saat yang bersamaan, aplikasi E-Tilang juga diluncurkan Kemenhub. Aplikasi berbasis Android ini hadir untuk  mempermudah masyarakat dalam pengurusan tilang tanpa perlu pergi ke pengadilan dengan mengikuti sidang. Nantinya, masyarakat yang terkena tilang juga akan dimudahkan dalam pembayaran melalui bank atau mobile banking.“Sementara aplikasi E-Tilang adalah aplikasi berbasis sistem Android yang akan mempermudah masyarakat dalam mengurus pelanggaran tilang tanpa perlu lagi pergi ke pengadilan. Dengan aplikasi ini, akan memberikan kemudahan dan memberi kondisi yang governance. Dengan kondisi ini, kita akan mendapatkan level of service yang bagus,” jelasnya.Hadirnya E-Tilang ini, Kemenhub bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam implementasinya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).“Melalui MoU dengan BRI ada suatu lompatan bagaimana kita memberikan pelayanan secara online dan ini memutus kegiatan yang selama ini tidak efektif dalam melayani masyarakat. Saya minta kepada stakeholder yang termasuk dalam kegiatan ini menindaklanjuti secara konsisten,” lanjut Budi.Saat yang bersamaan itu juga, E-Ticketing diluncurkan. Dimana aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di bidang transportasi darat baik dalam hal pelayanan maupun untuk penjualan tiket perjalanan.Baca juga: Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless“Saya ingin sekali angkutan darat juga berkembang sama baiknya dengan angkutan udara bagaimana kita membuka aplikasi membeli tiket melakukan perjalanan antara moda beberapa moda itu bisa dilakukan dengan satu gadget,” lanjutnya.Adapun kini, penumpang angkutan darat dapat memperoleh tiket dengan aplikasi E-Ticketing melalui beberapa mitra di antaranya, yakni Bank Mandiri, DPP Organda (DOKU, Alfamart, bosbis.com).Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedE-Logbook, Aplikasi untuk Pantau Kinerja Pengemudi Bus AKAP23/11/2018In “Basis Aplikasi”Tiga Kali Dibatalkan MA, Kemenhub Lakukan Studi Banding untuk Revisi Aturan Taksi Online12/10/2018In “Basis Aplikasi”Ini Dia Alasan Ojek Online Belum “Naik Kelas”16/05/2017In “Basis Aplikasi” Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saaat meluncurkan tiga sistem aplikasi baru Pelayananan di bidang transportasi darat akan ditingkatkan oleh Kementerian Perhubungan dengan meluncurkan tiga sistem aplikasi online. Tiga sistem tersebut adalah Sistem Perizinan Online Angkutan Moda (SPIONAM), E-Tilang dan E-Ticketing.Baca juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi MassalMenhub Budi Karya Sumadi mengatakan, peluncuran ketiga sistem aplikasi online ini adalah langkah yang harus dilakukan agar Indonesia bisa meningkatkan daya saing secara internasional. Untuk sistem aplikasi SPIONAM sendiri memberikan kemudahan bagi operator angkutan dalam melakukan pengurusan perizinan di bidang angkutan dan multimoda.last_img read more